Misteri Mayat Kotak Kardus

Misteri Mayat Kotak Kardus

Misteri Mayat Kotak Kardus

400.000 selebaran dibagikan di sekitar Philadelphia, berharap seseorang akan mengenal anak laki-laki yang ditemukan di dalam kotak kardus . Di amplop tagihan listrik di cetak profil wajahnya, di kantor polisi dan kantor pos memuat rincian dari mayat anak laki laki tersebut, namun tidak ada yang pernah melapor. Kasus ini masih aktif 64 tahun kemudian namun hanya sedikit petunjuk dan teori yang didapat dari penyelidikan Misteri Mayat Kotak Kardus selama ini..

Pada bulan Februari 1957 yang dingin, seorang anak laki-laki ditemukan tidak bernyawa di dalam kotak kardus, kardus bekas produk tempat keranjang bayi J.C.Penney. Anak itu ditemukan dalam kondisi telanjang dan telah dipukuli sebelum kematiannya, dengan luka baru di wajahnya. Pemuda yang menemukannya tidak melaporkan temuannya ke polisi karena takut perangkap hewannya disita, tetapi beberapa hari kemudian, seorang siswa menemukan bocah itu dan melaporkannya ke polisi. Setelah laporan diterima, penyelidikan dibuka dan tubuh bocah itu dipindahkan dari hutan di Fox Chase.

Misteri Mayat Kotak Kardus
Kotak tempat bocah itu ditemukan pada tahun 1957.

Dia diyakini berusia antara tiga dan enam tahun karena kekurangan gizi, dan dia memiliki banyak bekas luka. Ada satu di dadanya dan satu lagi di sekitar selangkangannya, dan bekas luka berbentuk L di dagunya. Dia memiliki bekas luka bundar di siku kirinya dan satu lagi di pergelangan kakinya yang diyakini dibuat untuk memasukkan jarum untuk prosedur pembedahan. Terlepas dari penampilannya, kuku bocah itu baru saja dipangkas, dia dibungkus selimut dan ada sisa kacang panggang di perutnya. Rambutnya telah dipotong, parah, dan ada helaian rambut panjang yang ditemukan di tubuhnya.

Dia juga telah direndam dalam air sesaat sebelum kematiannya, karena kaki dan tangannya masih keriput. Di dekatnya, ada syal cokelat dan kemeja flanel kuning ditemukan. Selain itu, ada sepatu hitam di dekat TKP tetapi tidak cocok untuk anak itu. Polisi membuat sidik jari anak laki-laki kecil itu, dengan harapan seseorang dapat mengidentifikasinya.

Penemuan anak laki-laki di dalam kotak mendapat perhatian besar media di Philadelphia dan Philadelphia Inquirer adalah surat kabar yang mencetak 400.000 selebaran. Ratusan rekrutan polisi menyisir daerah itu untuk mencari petunjuk yang berkaitan dengan anak itu, tetapi penemuan saputangan membawa mereka pada perjalanan tanpa hasil yang membuat mereka tidak lebih dekat untuk menemukan identitas bocah itu atau pembunuhnya.

Misteri Mayat Kotak Kardus

Sebuah topi juga ditemukan di tempat kejadian yang memberi para penyelidik petunjuk sesaat. Topi korduroi biru dengan tali kulit ditemukan dibuat oleh sebuah toko di Philadelphia selatan. Pemiliknya ingat pria yang membelinya dan mengatakan dia berusia antara 26 dan 30 tahun, tetapi dia tidak pernah ditemukan. Seiring berlalunya waktu, rekonstruksi wajah anak laki-laki itu dibuat tetapi tidak ada yang pernah melapor untuk mengklaim anak laki-laki itu.

Beberapa tahun setelah penemuan bocah itu, Remington Bristow, seorang karyawan kantor pemeriksa medis di Philadelphia, pergi ke kantor polisi dengan teori baru. Dia baru dari tempat penjualan properti panti asuhan, yang terletak satu setengah mil dari Fox Chase, dan ia melihat keranjang J.C. Penney di tempat itu. Bristow juga melihat selimut yang dijemur di tali jemuran di rumah mirip dengan yang dililitkan pada bocah itu.

Teori Bristow adalah bahwa anak itu tinggal di panti asuhan dan merupakan putra dari seorang wanita yang tidak menikah yang ayah tirinya memiliki fasilitas tersebut. Apakah bocah itu terbunuh secara tidak sengaja atau tidak, Bristow bersikeras bahwa dia pernah tinggal di sana. Namun, tidak ada hubungan resmi yang dibuat oleh polisi.

Misteri Mayat Kotak Kardus

Pada bulan Februari 2002, seorang wanita datang ke kantor polisi dan mengaku mengetahui identitas anak laki-laki itu. Dia mengatakan kepada polisi bahwa ibunya telah membeli anak laki-laki itu pada tahun 1954, dan namanya adalah Jonathan. Dia mengklaim bahwa bocah itu telah dilecehkan secara seksual dan fisik selama dua setengah tahun bersama keluarga, yang akhirnya memuncak pada suatu malam saat makan malam.

Jonathan telah memuntahkan kacang panggang yang diletakkan di depannya, dan dengan marah, Martha mengklaim ibunya telah memukuli bocah itu dan membanting kepalanya ke pintu sampai dia pingsan. Dia mengatakan ibunya kemudian memandikannya, di mana dia meninggal. Untuk menyembunyikan identitas bocah itu, sang ibu memotong rambut panjangnya dan memaksa Martha untuk membantunya membuang tubuhnya di area Fox Chase. Saat memasukkan tubuhnya ke dalam mobil, seorang pria berhenti dan bertanya apakah mereka membutuhkan bantuan dengan kotak yang berat itu. Sementara Martha berdiri di depan plat nomor mereka, ibunya mengatakan kepadanya bahwa mereka baik-baik saja, dan pria itu pergi.

Polisi mencoba memverifikasi cerita Martha tetapi tetangga yang tinggal di sebelah keluarga tidak ingat pernah melihat seorang anak laki-laki di properti dan mengatakan kepada polisi bahwa Martha memiliki riwayat penyakit mental, yang diverifikasi oleh laporan medis. Penyelidikan terhadap keluarga tidak berlanjut.

Dengan kemajuan dalam forensik dimulai, makam bocah itu digali pada tahun 1998, ketika DNA diekstraksi dari salah satu giginya dan tubuhnya dipindahkan ke Pemakaman Ivy Hill di Cedarbrook, di mana sebidang tanah disumbangkan. Pada tahun 2008, seorang seniman forensik terkenal datang dengan teori baru; dia percaya bahwa anak laki-laki di dalam kotak itu sebenarnya dibesarkan sebagai perempuan.

Frank Bender, yang bekerja di bidang rekonstruksi wajah membantu mengidentifikasi pembunuh massal John List, menganggap bahwa rambut yang dipotong dengan tergesa-gesa dan alis yang dicabut dari anak itu adalah tanda-tanda bahwa anak laki-laki itu mungkin selama ini disamarkan sebagai perempuan. Bender kemudian membuat sketsa anak laki-laki itu sebagai seorang gadis muda, berharap dapat memicu informasi baru dalam kasus tersebut. Namun usaha tersebut tetap tidak memberikan kemajuan dalam penyelidikan.

Pada 2016, dua penulis menghubungi penyelidik untuk meminta DNA bocah itu dibandingkan dengan seseorang di Memphis, Tennessee. Keluarga percaya anak laki-laki itu bisa menjadi kerabat mereka, tetapi pada Desember 2017, hasilnya menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara kedua sampel tersebut.

Misteri Mayat Kotak Kardus

Makam anak laki-laki itu selalu dikelilingi oleh bunga dan boneka mainan yang ditempatkan oleh penduduk setempat dan mereka yang pernah mendengar ceritanya. Batu nisannya bertuliskan “Anak Tidak Dikenal Amerika”, dengan tulisan yang lebih kecil, “Bapa Surgawi, Berkatilah Bocah Tidak Dikenal Ini”. Hingga saat ini, dia telah menerima lebih dari 3.000 sumbangan bunga.

Jeremy Jhordy
http://kasusbeku.com

1 comment so far

Meli

Kasihan banget…😢😢

Leave a Reply